Senin, 22 Oktober 2012

Tak Kan Hilang Melayu Ditelan Zaman, Kota Pontianak Gelar Festival Arakan Pengantin


PONTIANAK, sambas-borneo.blogspot.com - Festival Arakan Pengantin Melayu Pontianak yang diikuti 12 kontingen dari 6 kecamatan yang ada di Kota Pontianak, Minggu (21/10/2012) sore, bertempat di Jalan Gajah Mada Pontianak, berlangsung meriah.

Festival yang diselenggarakan Pemerintah Kota Pontianak dan Pontianak Post dalam memperingati Hari Jadi Kota Pontianak ke 241, juga berlangsung semarak dan sukses di tahun sebelumnya. Dikemas dalam rangkaian agenda kegiatan Pontianak October Festival, Festival Arakan Pengantin  secara resmi dibuka oleh Walikota Pontianak H. Sutarmidji di teras Graha Pena Pontianak Post.

arakan pengantin
Jumlah peserta Festival Arakan Pengantin Melayu Pontianak tembus 360an orang, mengenakan baju khas adat Melayu, Telok Belanga untuk pria, Baju Kurung untuk wanita. Meskipun hujan sempat mengguyur Kota Pontianak, masyarakat Kota Pontianak sangat antusias untuk ikut serta memeriahkan dan menyaksikan arakan pengantin.

Tak hanya dari Kota Pontianak, wisatawan asal Pulau Sumatera juga menyaksikan festival ini dan warga negara asing (WNA) juga turut meramaikan suasana. 

Tanjidor, khas suku MELAYU
"Sebenarnya cukup banyak yang datang, kebetulan juga mereka berliburan di Pontianak, sehingga ada beberapa yang SMS saya, sebagian dari Provinsi Riau, dan minta undang," ujar Walikota Pontianak H. Sutarmidji, usai pengumuman pemenang.

"Tahun depan kita cari tempat yang lebih luas, dan mungkin mengundang kabupaten-kabupaten lain, bahkan dari provinsi lain. Yang jelas kita terus menjaga aset objek wisata kita dan terus menggali kreatifitas anak Pontianak yang bisa dijual dan menarik para wisatawan, banyak yang bisa kita jual dan menarik.," jelasnya.

Tak kan Hilang Melayu Ditelan Zaman, seolah menambah tekad kuat Pemerintah Kota Pontianak dalam pelestarian budaya Melayu, khususnya Melayu Pontianak yang mempunyai keunikan tersendiri. Festival Arakan Pengantin Melayu sangat menarik dan berpotensi untuk dikembangkan menjadi wisata budaya.

Rute kegiatan, Start dan Finish di Graha Pena Pontianak Post, mengitari Jalan Gajah Mada Pontianak, belok di depan Jalan Setia Budi. Dewan juri yang diketuai oleh Walikota Pontianak H. Sutarmidji, menunggu para peserta di Warung Kopi ternama di Kota Pontianak, Warung Kopi Winny. Penilaian meliputi kemeriahan, kreatifitas, kostum, kekompakan dan improfisasi.

Bunyi tahar, rebana, dan tanjidor saling bersahutan sepanjang arakan pengantin. Tradisi antaran dalam pernikahan Etnis Melayu yang mengandung tiga unsur yaitu pangan, sandang dan papan turut menambah ketertarikan tersendiri. Bunga Telur dan Manggar berkaitan erat dalam arakan pengantin pun tidak ketinggalan dalam menambah keramaian kontingen Festival tersebut.

Usai maghrib, pengumuman pemenang Festival Arakan Pengantin Melayu dibacakan langsung oleh Walikota Pontianak H.Sutarmidji. Untuk juara pertama diraih oleh Kecamatan Pontianak Kota dengan nomor undian 7, disusul Kecamatan Pontianak Selatan dengan nomor undian 11 dan Kecamatan Pontianak Timur dengan nomor undian 9. Serta hadiah hiburan dari Walikota Pontianak untuk semua peserta, masing-masing mendapatkan uang sebesar 2 juta. (sb)

Comments
0 Comments
Facebook Comments by Dit Aditya II

0 komentar: