Selasa, 14 Agustus 2012

Pesona di Tepian Negeri Upin Ipin

bersama rombongan ke Telok Melano (Malaysia)
JEJAK RADIT - Perjalanan kali ini bermula ketika saya berada di ujung negeri lebih tepatnya berada di ekor Pulau Borneo (Kalimantan). Perbatasan Indonesia-Malaysia di Desa Temajuk Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas (Kalimantan Barat). Matahari pagi itu begitu cerah dan tampak seolah malu-malu di balik deretan awan, saya dan rekan-rekan saya berniat untuk olahraga kecil dengan menyelusuri pantai. Sebelum keluar rumah secangkir kopi dan makanan kecil telah disiapkan oleh Bu Dara (nama samaran) dengan lahap dan penuh semangat menikmati hidangan tersebut.

keceriaan rekan
 Tidak sedikit diantara kami yang ikut serta jalan-jalan sehat atau olahraga kecil di pantai, dengan ceria dan canda tawa selalu menghiasi suasana pagi hari kami. Hembusan angin pantai yang begitu kencang membuat semarak dan pijakan pasir yang begitu membuat kaki terasa enak. Pepohonan rimbun turut menyaksikan keceriaan kami dan deretan gunung yang menambah kemanjaan mata untuk melirik keasrian alam yang lestari dan selalu terjaga. Ombak seolah-olah saling berkejaran dan dari kejauhan kelihatan sebuah tanjung yang menjorok ke laut yang begitu fenomenal, sebuah tanjung sengketa antara Indonesia dan Malaysia.

saya dan rekan
Tidak lupa untuk saya mengabadikan moment ini untu berfoto bersama rekan-rekan. Matahari pun semakin tinggi, saya dan rekan-rekan pulang ke rumah. Sesampai di rumah saya pun mandi tetapi harus mengantri karena kami begitu ramai sedangkan kamar mandi hanya ada satu. Hingga tibalah giliran saya, dengan cepat saya masuk ke kamar mandi. Setelah semuanya mandi kami semua bergegas ke Dusun Camar Bulan, karena saat itu ada kedatangan tiga mentri cabinet dan bapak gubernur beserta staf serta ibu bupati. Setelah acara itu selesai saya dan rekan-rekan saya berencana untuk ke Tepian Negeri Upin Ipin yakni Kampong Telok Melano (Malaysia). Sebuah desa Negara tetangga terdekat dari Temajuk – Indonesia.


Tengok Telok Melano Tepian Negeri Ipin-Upin 

Jalan setapak ke Telok Melano
Matahari tepat berada di atas kepala, saya langsung pulang ke rumah dan bersiap-siap untuk melawat desa Negara tetangga. Sebelumnya saya menunggu semua rekan saya pulang biar kami bisa berangkat bersama. Begitu kumpul semua kami pun memulai perjalanan menggunakan sepeda motor. Rumah demi rumah kami lewati dan tiba-tiba saya kebocoran ban motor, rekan-rekan pun membantu saya menambal ban motor. Saya pun melanjutkan kembali perjalanan dan tidak ketinggalan kami berniat melihat patok batas Negara dan mengambil gambar. Kontur jalan cukup menantang. Terjal, berbatu, diselingi tanah becek sangat licin karena hujan sempat mengguyur hebat sehari sebelumnya.


kondisi jalan yang saya lalui
Hanya dibutuhkan waktu 15 menit untuk sampai ke Kampung Telok Melano dengan jarak tempuh 3 kilometer. Sesampai di batas Negara melewati jalan tanah, jikalau hujan bisa dibayangkan bagaimana kondisi jalan. Deretan pepohonan Karet menemani perjalanan saya, dari kejauhan sudah tampak Pos Polis Diraja Malaysia. Kami pun berhenti dan menyempatkan diri untuk berfoto di depan Pos Telok Melano. Pemukiman penduduk tempatan pun baru mulai tampak dan kami terus melanjutkan perjalanan. Sebuah desa kecil dan terisolir dengan fasilitas yang lengkap membuat kami gigit jari. Kesejahteraan masyarakat Telok Melano sangat berbeda jauh dengan masyarakat Temajuk. Selain itu terdapat satu sekolah yang cukup megah bernama Sekolah Kebangsaan Telok Melano YBA 1406. Menurut Rahmat, sekolahan tersebut dibangun pemerintahan Malaysia sejak beberapa tahun lalu. Bisa dibilang sekolahan yang memiliki gedung empat lantai itu komplet. "Mulai SD, SMP, sampai SMA jadi satu," ujarnya. Selain itu terdapat lapangan rumput yang digunakan untuk sarana kegiatan siswa seperti olahraga dan upacara.
Pos Polis Telok Melano

Setelah puas berkeliling sekitar desa, saya pun menuju pantai bersama rekan-rekan. Kementrian Pelancongan Malaysia begitu berpartisipasi dalam kesejahteraan rakyat Malaysia, kawasan rekreasi telah di fasilitasi berupa hometown untuk turis asing. Walau berada di desa terpencil tetapi pelayanan publiknya merata, sebuah Negara yang makmur. Semua pengunjung yang ada saat itu semua berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka menikmati angin segar yang berhembus dari laut yang begitu kencang dan sebuah pantai yang tidak kalah menariknya dengan pantai yang ada di Desa Temajuk.

Mampir ke sebuah pondok tempat orang tempatan yang berjualan, saya pun membeli minuman dan beberapa makanan ringan. Seorang wanita berjilbab dengan sangat sibuk melayani para pembeli, kita bisa berbelanja menggunakan rupiah dan ringgit. Menikmati suasana angin pantai di tepian Negri Upin Ipin  begitu mengasyikan dan mengesankan. Waktu terus berlalu langit mulai terlihat mendung, saya dan rekan saya pun berniat kembali ke Temajuk.

Tunggu Cerita ku selanjutnya…………… #7 Januari 2012







Comments
2 Comments
Facebook Comments by Dit Aditya II

2 komentar:

Wah asyik donk Bro bisa ke perbatasan Malaysia terus tiap hari, btw kalau mau ke Kuchingnya deket ngga dari sana? Thanks for share yach... :-)

ohhhh,,,,,,, ga dekat" amat sih,,, saya di KOTA SAMBAS....... kalo dr perbatasan emg dekat.... kalo dr tempat saya mau ke perbatasan tu sekitar 88km.... dari batas ke kuching 2jam saja..


hehehhehehehehehehe asal daerah mana? follow blog saya ya bray