This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

Jumat, 25 Juli 2014

Bapak Cabuli Anak Kandungnya Selama 8 Tahun Terjadi di Sambas

SAMBASBORNEOnews, Sambas - Pencabulan terhadap anak oleh orang tua kandung kembali terjadi. Kali ini menimpa SM, 23 tahun. Ia dicabuli oleh sang ayah, SS, 44 tahun warga Dusun Selindung, Desa Sungai Toman, Kecamatan Salatiga Kabupaten Sambas, sejak SM (23) masih berusia 15 tahun.

ilustrasi

"Pelaku dengan sangat tega dan tidak bermoral menggauli anak kandungnya sendiri sejak tahun 2003 silam, sampai umur 23 tahun saat ini," kata tetangga korban, Mirwan Hadi, Kamis 24 Juli 2014.

Lebih menyakitkan, pria yang tega menggaulinya selama 8 tahun tersebut adalah SS (44) yang tak lain adalah ayah kandungnya sendiri. Berdalih dengan alasan istri tidak lagi dapat memenuhi hawa nafsunya, SS tega mencabuli anak kandungnya SM Binti SS sejak SM masih berusia 15 tahun.

"Aksi pertama dilakukan tersangka kepada korban di dalam kamar orang tuanya, dengan mengancam akan membinasakan ibu korban," ujarnya kepada wartawan, Kamis (24/7/2014). (*kutip Pontianak Post)


Akhirnya korban tak tahan sering diperlakukan tidak senonoh oleh ayah kandungnya sendiri, korban menceritakan aib yang dideritanya kepada pamannya hingga kemudian pamannya menyarankan agar melaporkan kejadian kepada kepolisian.

"Puncaknya, korban melaporkan ayahnya di Polsek Pemangkat, Senin (21/7/2014) pukul 20.00 WIB. Kemudian kasus ini langsung diambil alih unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sambas," ujarnya.

Akibat perbuatannya, SS kini dijerat dengan Undang-undang Perlindungan Anak Pasal 46 juncto KUHP Pasal 248 karena memaksa anak di bawah umur melakukan hubungan seksual. Ancaman pasal ini adalah 15 tahun penjara.
 

Sabtu, 07 Juni 2014

Cara Membuat Link Sumber Otomatis Ketika Artikel Di Copy Paste

SAMBASBORNEO - Terkadang masih banyak blogger yang menerapkan tehnik copy paste, meskipun artikel copy paste itu lebih mudah terindex digoogle tapi bagi anda yang masih copy paste tolong disertakan sumbernya. Menulis artikel itu gampang-gampang susah dan membutuhkan waktu yang lumayan panjang jadi tolong hargai penulis dengan menuliskan sumbernya. terkadang seorang blogger yang copy paste males menuliskan sumbernya maka saya bertujuan menuliskan artikel ini. Ini screenshoot Sumber Otomatis Ketika Artikel Di Copy Paste
Link Sumber Otomatis
Langkah-Langkah Membuat Link Sumber Otomatis Ketika Artikel Di Copy Paste
1. Masuk ke Blogger
2. Masuk ke Dashboard Blogger anda.
3. Pilih dan klik tab 'Template'.
4. Cari kode <body> atau <body
5. Copy script dibawah ini dan letakkan diatas kode <body> atau <body
<script type='text/javascript'> if(document.location.protocol==&#39;http:&#39;){ var Tynt=Tynt||[];Tynt.push(&#39;cXIEhKYVSr4lJ5adbi-bpO&#39;);Tynt.i={&quot;ap&quot;:&quot;Sumber Artikel :&quot;}; (function(){var s=document.createElement(&#39;script&#39;);s.async=&quot;async&quot;;s.type=&quot;text/javascript&quot;;s.src=&#39;http://yourjavascript.com/1140841212/sumber-otomatis-blogger-update.js&#39;;var h=document.getElementsByTagName(&#39;script&#39;)[0];h.parentNode.insertBefore(s,h);})(); } </script>
6. Klik 'Simpan Template' dan selesai.

Sekian dari saya yang menuliskan artikel tentang Cara Membuat Link Sumber Otomatis Ketika Artikel Di Copy Paste. Terima kasih sudah berkunjung

Dilarang untuk meng-copas artikel ini kecuali menuliskan sumbernya
Repost: Mochammad Fikri 

Mall Terbesar di Kalbar Segera Berdiri


SAMBASBORNEOnews, PONTIANAK – Satu lagi pusat perbelanjaan berdiri di Kalimantan Barat, yaitu Mall of Borneo. Kawasan mal yang diklaim terbesar di Kalbar ini akan menempati luas area 233779 meter persegi, terletak di Jalan A Yani II, depan komplek Villa Ceria Lestari, Kubu Raya. Adapun pengembangnya adalah PT Surya Pajintan menggandeng Xin Zhong Cheng Investment, Pte, Ltd, perusahaan asal Hongkong.
Direktur Utama, PT Surya Pajintan, Siman Bahar mengatakan mal mewah ini akan menjadi kawasan berintegrasi dengan beragam fasiltias. “Di dalamnya nanti akan ada bangunan utama mal dengan lima lantai. Lalu akan terintegrasi dengan hotel berbintang empat di atasnya yang berjumlah lima lantai. Ditambah lagi dengan gedung parkir 10 lantai yang mampu menampung 2531 lots sepeda motor dan untuk mobil 1573 lots,” paparnya kepada Pontianak Post, kemarin (29/5)
.
Selain itu, akan dibangun pula area retail dan perkantoran yang terdiri dari 119 unit. Masing-masing unit memiliki bangunan empat setengah tingkat. Sementara hotelnya memiliki berbagai ruangan besar yang bisa digunakan untuk konferensi, eksibisi, rapat besar dan kegunaan untuk pertemuan massa lainnya. 

Fasilitas pusat perdagangan yang ditawarkan pun terbilang lengkap. Pusat perdagangan megah ini diharapkan menjadi wisata belanja terlengkap bagi masyarakat Pontianak dan Kalimantan Barat, serta daerah lainya. Beberapa tenant yang sudah siap mengisi pusat perbelanjaan itu antara lain adalah bioskop XXI Premiere, berbagai department store, dan tenant-tenant nasional dan internasional lainnya.

Tidak sampai di situ, Direktur PT Surya Pajintan, Mery menambahkan, kawasan Mall of Borneo akan dilengkapi dengan city walk dan theme park. City walk sepanjang 300 meter ini akan berisi beragam toko-toko kuliner dan coffee shop. Sementara theme park menawarkan pusat bermain untuk anak-anak. Kawasan itu akan dirancang dengan taman asri dengan pepohonan dan kolam-kolam, serta properti lainnya.

“City walk ini kami rancang untuk menjadi pusat aktivitas masyarakat untuk nongkrong. Di sini ada berbagai macam kuliner, meeting point, fasilitas hangout dan lain-lain. Sedangkan theme park akan diisi playground outdoor. Walaupun kami juga memiliki playground indoor untuk menyenangkan anak-anak,” jelas dia.

Adapun arsitek yang merancang Mall of Borneo adalah Patrick Lim dan Hendy Lim dari PHL Architects yang telah meraih berbagai penghargaan. “Kawasan ini kami rancang dengan konsep modern kontemporer. Bangunan-bangunannya akan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan, dengan detail-detail yang futuristik,” ujar Hendy Lim.

Siman mengatakan, dibukanya mal ini akan membuat Pontianak dan kawasan sekitarnya semakin berkembang. “Kawasan dimana mal ini berdiri akan berkembang menjadi sentral bisnis baru dimana akan banyak berdiri perkantoran, townhouse dan ruko-ruko. Kami perkirakan dampak yang ditimbulkan akan sampai ke kawasan Ambawang, bandara dan sekitarnya,” tukas dia.

Total biaya investasi yang digunakan untuk membangun mal ini mencapai Rp1,5 triliun, dengan perkiraan lama pembangunan 2,5 tahun. Kemungkinan baru pada akhir tahun 2016 mal ini akan berfungsi sepenuhnya. Ground breaking Mall of Borneo sendiri akan digelar pada Jumat(30/5) hari ini.

Dibangunnya, mal ini akan semakin menambah gedung-gedung monumental di Pontianak dan sekitarnya. Sebagai informasi, PT Surya Pajintan juga kini tengah mengerjakan Grand Swiss-belhotel dan Golden Tulip di Jalan Teuku Umar, Pontianak. Swiss-belhotel yang punya 24 tingkat bahkan akan menjadi gedung tertinggi di Pulau Kalimantan.

Lalu apa alasan perusahaan yang bernaung di bawah grup PT Setia Baru tersebut membangun sejumlah pusat bisnis di Pontianak? “Kita tahu Pontianak ini adalah pusat pemerintahan dan ekonomi di Kalbar. Pontianak juga menjadi pintu gerbang untuk masuk ke daerah-daerah lain di Kalbar, bahkan ke Sarawak Malaysia,” ucapnya.

Apalagi, lanjut dia, Kalbar memiliki masa depan menjanjikan. “Sekarang ekonomi Kalbar sedang tumbuh dengan sangat baik dan ditopang oleh perkebunan sawit dan pertambangan. Ke depan, industri hilir kedua sektor itu akan berdiri. Dengan begitu kaum kelas menengah akan semakin banyak di provinsi ini. Tentu ini menjadi peluang untuk bisnis mal,” pungkas dia. (


sumber: PontianakPost diposting pada tanggal

Kamis, 05 Juni 2014

Penemuan Belasan Meriam Kuno di Kabupaten Sambas


SAMBASBORNEOnews, SAMBAS - Masyarakat di Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas (Kal-Bar) gempar dengan penemuan 12 meriam, lokasi penemuan tersebut di daerah hutan belantara yang secara administratif masih berada di Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, tepatnya di daerah “Kabang”, yang merupakan bekas daerah pertahanan pemberontak PGRS (Komunis). Kalau ingin ke tempat ini bisa melalui jalur darat (hutan) melalui desa Selakau Tua (Kecamatan Selakau Timur), dan bisa juga melalui jalur sungai yaitu melalui Sungai Sebangkau, melewati desa Pangkalan Kongsi (Kecamatan Tebas) dan desa Batu Makjage (Kecamatan Tebas).

Daearah Kabang ini sebenarnya sudah tidak berpenghuni, dan telah menjadi hutan belantara pasca pemberontakan PGRS, diperbatasan wilayah kecamatan Selakau yaitu tak jauh dari sebuah dusun di pedalaman yang dikenal dengan nama “Selobat”. Adapun daerah Kabang adalah tempat masyarakat Selobat mencari Emas secara tradisional, karena memang sejak dulu orang-orang China sudah menjadi penambang emas didaerah ini.

Disaat terjadi kasus pemberontakan PKI, daerah ini menjadi tempat yang disterilisasi oleh TNI, hingga daerah (Kabang) ini menjadi tempat tak berpenghuni dan menjadi hutan belantara.

Penemuan meriam kuno ini secara tak sengaja ditemukan oleh warga Desa Selobat yang bernama “Saidin” beserta tiga orang temannya yang sehari-hari bekerja sebagai penambang emas, meriam ini pertama kali ditemukan masih tertimbun dalam tanah dan ditutupi dengan bebatuan besar, setelah dibongkar ternyata masih banyak meriam-meriam lain yang disembunyikan ditempat yang sama.

Mereka langsung melaporkan penemuannya kepada pihak yang berwenang. Aparat kepolisian mengangkut meriam-meriam tersebut melalui jalur sungai yakni lewat Desa Pangkalan Kongsi, Kecamatan Tebas. Dari Desa Pangkalan Kongsi mereka membawanya menggunakan mobil. Dan masyarakat setempat tidak ketinggalan untuk mengabadikan moment ini.

Meriam yang ditemukan seharusnya berjumlah 14 buah beserta sebuah pedang yang masih kelihatan utuh, tetapi saat dibawa petugas meriam hanya 12 buah beserta sebilah pedang sedangkan yang dua buah kabarnya masih dihutan Kabang, karena “Saidin” dan teman temanya tak mampu untuk mengangkutsemua meriam tersebut sekaligus.
 
Uniknya lagi, pada meriam tersebut terdapat tulisan-tulisanaksara China, tapi masyarakat setempat tak dapat mengerti arti dari tulisan tersebut, karena tak ada yang mengerti makna tulisan tersebut, bagi teman-teman yang ingin melihat meriam tersebut silakan mendownload Video pendeknya dibawah ini.

Video ini tidak diedit sama sekali karena saya tak ingin tampilannya seperti direkayasa.

                                                   DOWNLOAD SEKARANG



Re

Garuda Turut Bantu Melestarikan Tenun Sambas

Logo Garuda Indonesia
SAMBASBORNEOnews, PONTIANAK - PT Garuda Indonesia memberikan bantuan berupa alat tenun dan satu gedung praktik di SMAN 1 Sajad, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, guna melestarikan kerajinan tenun Sambas.

"Bantuan alat tenun dan gedung praktik itu kami berikan sejak tahun 2010 sebagai upaya pelestarian terhadap kerajinan tenun Sambas bagi generasi muda," kata Senior Manager CSR dan PKBL PT Garuda Indonesia Ridwan Edi saat dihubungi di Sambas, Kamis.

Ia menjelaskan dengan diberikannya alat dan gedung untuk praktik agar generasi penerus Kabupaten Sambas dan Kalbar umumnya mengetahui proses penenunan dengan mempraktikannya langsung seperti saat ini.

Menurut Ridwan, bantuan alat tenun dan gedung yang diberikan sebagai respon atas permintaan dari pihak sekolah SMAN 1 Sajad yang berkeinginan menjadikan kerajinan tenun sebagai salah satu pelajaran untuk muatan lokal bagi siswanya.

"Kami dalam hal ini bekerjasama dengan Cita Tenun Indonesia (CTI), karena mereka sudah terlibat aktif dalam usaha pelestarian tenun Sambas," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Sajad, Ikhsan menyatakan ucapan terima kasihnya atas bantuan yang diberikan oleh Garuda, karena pihaknya memang sudah lama menginginkannya dengan harapan generasi mendatang bisa mempertahankan tenun Sambas.

"Kami diberikan bantuan oleh pihak Garuda sebanyak 10 alat tenun dan dana Rp155 juta untuk pembangunan gedung praktik yang rencananya akan diberi nama gedung Garuda," ungkapnya.

Sementara itu, Paumiati, guru pelajaran muatan lokal (Mulok) kerajinan tenun Sambas menyatakan pelajaran menenun yang masuk dalam Mulok diberikan dua jam selama seminggu, dan wajib untuk diikuti semua siswa.

"Untuk praktiknya kami bagi dalam kelompok sehingga semua siswa dapat menggunakan alat tersebut, dengan durasi satu siswa selama 15 menit," katanya.

Kerajinan tenun Sambas merupakan kerajinan khas masyarakat Kabupaten Sambas, yang sebagian besar penduduknya suku Melayu. Kain tenun Sambas biasanya digunakan pada acara-acara besar, seperti sebagai antaran di suatu acara perkawinan dan lain sebagainya.

Mahasiswi Asal Singkawang Tewas Dibunuh Di Kamar Kos

Desi Sukiman, 20 tahun

SAMBASBORNEOnews, JAKARTA - Nasib nahas menimpa seorang mahasisiwi asal Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Desi Sukiman, 20. Perempuan yang menjalani pendidikan di sebuah akademi kebidanan di Jakarta, itu ditemukan tewas bersimbah darah di kamar kosnya, di Jalan Raya Kelapa Dua Wetan, Gang Takwa, RT 07 RW 08, Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (3/6) malam. 

Diduga kuat, Desi tewas dibunuh perampok. Sebab, sejumlah harta benda milik Desi seperti laptop, telepon seluler, tape kecil dan kamera hilang. "Diduga terjadi pencurian dengan kekerasan," kata Kapolsek Ciracas Kompol Suwanda, Rabu (4/6).

Namun, Suwanda menegaskan bahwa Polri hingga saat ini masih mendalami motif tewasnya Desi. Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP Didik Sugiarto mengatakan bahwa korban pertama kali ditemukan rekannya bernama Henny, 20, sekitar pukul 18.30.

Dia menambahkan, Henny awalnya curiga melihat kondisi kamar Desi yang gelap namun pintu tak terkunci atau sedikit terbuka. Lantas, Henny pun berupaya melihat ke dalam kamar. Henny mencoba menyalakan lampu kamar. Namun, ternyata Henny melihat korban sudah dalam kondisi tertelungkup dan bersimbah darah. Darah berserakan di karpet kamar kos korban. "Korban ditemukan dalam kondisi telungkup dan darah sudah bersimbah pada karpet di dalam kamar," ujar Didik.

Melihat kondisi korban, Didik melanjutkan, Henny langsung melaporkan kejadian itu ke pemilik kos dan laporan diteruskan ke polisi untuk tindakan lanjutan.

Didik menambahkan, polisi juga menemukan sejumlah luka bekas kekerasan seperti di bagian mulut, tangan, dan kaki. Tak hanya sampai di situ, luka sayatan di beberapa bagian tubuh korban juga terlihat.

Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah saksi pun telah diperiksa untuk mengungkap siapa pembunuh Desi. 

sumber: JPNN.com

Selasa, 29 April 2014

SEKILAS TENTANG BANGSA PERSIA

SAMBASBORNEO - Ketika berbicara mengenai Persia, segera ingatan kita tertuju pada negara yang sekarang bernama Iran. Padahal sebenarnya yang termasuk dalam etnis ini bukan hanya negara Iran saja, walaupun memang mayoritas bangsa Persia berada di negara Iran, bangsa Persia juga menjadi minoritas di negara-negara sekitar Iran, seperti Afganistan, Tajikistan, Uzbekistan, Amerika Serikat, Kuwait, Turki, Uni Emirat Arab, Irak dan juga beberapa negara di Timur Tengah.

Sebelum Islam datang dan menaklukkan bangsa Persia, bangsa ini telah memiliki peradabannya sendiri. Kebesaran bangsa ini bahkan dapat disamakan dengan kekaisaran Romawi pada saat itu. mereka telah menikmati eksistensi mereka sebagai bangsa yang berdiri sendiri selama berabad-abad, dan pernah mewakili sebuah kekuatan militer yang terorganisir dengan baik, juga pernah berperang dengan orang-orang Romawi selama lebih dari 400 tahun (Hitti, 2010: 198). Oleh karena itu, untuk menaklukkannya pasukan Islam harus menghadapi perlawanan yang sengit dari orang Persia.

Sejarah Persia
Etnis Persia adalah keturunan bangsa Arya yang hijrah dari Asia Tengah ke Iran pada milenium kedua sebelum masehi (SM).  Bangsa Arya ini kemudian terpecah menjadi dua; bangsa Persia dan bangsa Media[1]. Mereka kemudian berasimilasi dengan suku-suku setempat seperti Proto-Iran dan peradaban Elam. Dari sini, lahirlah bahasa Persia dan bahasa-bahasa Iran lain. Sumber sejarah tertulis pertama mengenai orang Persia ini ialah prasasti Assyria (834 SM). Prasasti  itu menerangkan tentang orang Parsua (Persia) dan Muddai (Media). Saat itu, orang Asyur[2] menggunakan istilah ‘Parsua’ untuk merujuk kepada suku-suku di Iran. Kemudian orang Yunani mengadaptasikan istilah ini untuk merujuk pada peradaban-peradaban dari Iran. Nama Iran mulai digunakan pada tahun 1935 saat Shah Reza Pahlavi, raja Iran meminta agar masyarakat internasional menggunakan istilah Iran. Istilah ini berarti Bumi Arya.

Kawasan Persia ini diperintah oleh beberapa kerajaan yang membentuk kekaisaran-kekaisaran yang kuat. Di antara kekaisaran-kekaisaran ini adalah kekaisaran Persia seperti Akhemenid, Parthia, Sassania, Buwaihidah, dan Samania. Sassania adalah kekaisaran Persia terakhir sebelum kedatangan Islam. Persia kemudian ditaklukkan oleh bangsa Arab yang kemudian diikuti dengan Turki (Tentara Seljuk), Mongol, Inggris dan Rusia. Walaupun mereka telah ditaklukkan oleh banyak negara, tetapi bangsa Persia berhasil mempertahankan kebudayaan, bahasa, dan jati diri mereka (Wikipedia).

Pada masa dinasti Safawiyah (Savavid) (1502-1736), kebudayaan Persia kembali berkembang, terutama pada masa pemerintahan Shah Abbas I. Sebagian sejarawan berpendapat bahawa negara Iran modern didirikan oleh Kesultanan Safawiyah. Banyak kebudayaan Iran pada hari ini berasal dari zaman pemerintahan Safawiyah termasuk pengenalan aliran Syiah di Iran. Pada tahun 1979, sebuah Revolusi Iran yang dipimpin Ayatollah Khomeini mendirikan sebuah Republik Islam teokratis sehingga nama lengkap Iran saat ini adalah Republik Islam Iran (جمهوری اسلامی ایران).

Ciri-ciri Bangsa Persia

a. Watak dan Fisik
Bangsa Persia pada umumnya hidup nomaden. Mereka tinggal di kemah-kemah dan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya demi mencari rerumputan segar dan keadaan cuaca yang lebih baik setiap tahun. Hal inilah yang membentuk watak bangsa Persia menjadi keras, individualis, dan terkadang merampok sanak saudaranya yang lebih beradab (Kedutaan Besar Iran, tt: 46).

Namun, dalam perkembangannya, bangsa Persia mengalami kejemuan dalam menjalani kehidupan itu. Akhirnya mereka hidup menetap dan bertani. Hidup di alam bebas dengan memperhatikan kepemilikan di antara para pemukim, yeng kemudian membentuk kehidupan bangsa Pesia menjadi bangsa yang berhati ikhlas, pemurah, dan suka menjamu tamu. Di samping itu, bangsa Persia juga sangat mencintai ilmu pengetahuan, yang pada akhirnya membawa bangsa ini menjadi bangsa yang mandiri dan independen, tidak bergantung pada bangsa Arab yang mayoritas menempati wilayah Timur Tengah. Mata pencaharian bangsa Persia kini—di samping bertani—adalah berternak biri-biri dan kambing.

Secara fisik, mereka memiliki postur tubuh yang tegap, besar dan tinggi, berambut keriting dan hidung mancung. Warna kulit mereka merupakan perpaduan antara putih Eropa dan kuning langsat Asia.

b. Bahasa
Bahasa yang digunakan bangsa Persia adalah bahasa Persia sendiri, yang merupakan bahasa tertua di dunia, termasuk jika dibandingkan dengan bahasa Arab. Bangsa Persia kini tersebar di wilayah Iran dan sekitarnya. Karena itu, tidaklah mengherankan jikalau bahasa Persia merupakan bahasa resmi Iran, juga Afghanistan dan Tajikistan. Sementara itu, bahasa Turki, Kurdi, Arab, Lori, Gilani, Mazandarani, dan Baluchi, merupakan bahasa setempat bangsa minoritas yang mendiami wilayah Iran.

Bahasa ini terus berkembang, dan setelah Islam memasuki tanah Persia, kurang lebih 40 persen kosakata bahasa Persia telah terpengaruh oleh kosakata bahasa Arab. Selain itu unsur-unsur bahasa Yunani, bahasa Aram, bahasa Inggris dan bahasa Perancis serta sedikit Turki, juga masuk ke dalam bahasa ini. Bahasa Persia ini terkenal karena tradisi sastranya dan juga sastrawan-sastrawannya yang terkenal, di antaranya ialah Hafez, Ferdowsi, Khayyam, Attar, Saadi, Nezami, Roudaki dan juga Rumi.

Dalam bahasa Persia terdapat banyak ragam dialek dan varian yang tersebar dari Iran hingga semenanjung Khumzari di Oman, di antaranya yakni: Bahasa Dari yang dituturkan di Afganistan, termasuk Hazaragi, dan Tajik yang dituturkan di Tajikistan, tapi menggunakan Huruf Sirilik.

c. Agama
Dalam sejarah, agama awal bangsa Persia adalah agama Zoroaster, yaitu agama yang menyembah dua Tuhan dalam kehidupannya; Deva dan Ahura, sebagai menifestasi dari kekuatan yang baik dan kekuatan yang jahat.

Geiger, di dalam karyanya, Civilization of Eastern Iranians in Ancient Times, menjelaskan bahwa Zoroaster mewarisi dua prinsip fundamentalis dari leluhur suku Arya, yaitu (1) adanya hukum di dalam alam dan (2) adanya konflik di dalam alam.

Agama Zoroaster ini mempunyai dua jenis sekte, yakni Mani dan Mazdak. Sekte Mani adalah yang pertama kali mengemukakan gagasan bahwa alam semesta disebabkan oleh kegiatan setan, dan karenanya pada dasarnya alam itu adalah jahat. Adapun sekte Mazdak mengajarkan bahwa keanekaragaman hal-hal bersumber dari campuran dua prinsip yang abadi dan mandiri yang disebutnya Shid (terang) dan Tax (gelap). Ajaran sekte ini berpendapat bahwa kenyataan percampuran terang dengan gelap dan pemisahan akhir keduanya, benar-benar aksidental dan sama sekali bukanlah hasil dari memilih. Tuhan, menurut Mazdak, memiliki sensasi, dan mempunyai empat energi utama dalam kehadiran abadinya, yaitu daya untuk membedakan, mengingat, mengerti, dan bahagia.

Menurut Mazdak, semua manusia adalah sama, dan faham tentang milik perseorangan diperkenalkan oleh setan jahat, yang tujuannya adalah mengubah jagad raya Tuhan ini menjadi arena kesengsaraan tanpa akhir. Aspek ajaran Mazdak telah mengguncang kesadaran Zoroaster, dan pada akhirnya mengakibatkan kehancuran para pengikutnya, meskipun sang Tuhan telah membuat api kudus, dan bersaksi bagi kebenaran misinya. (Iqbal, 1990: 42-45).

Aktivitas keagamaan bangsa Persia di Iran saat ini didominasi oleh ajaran Islam dengan persentase 98,8%. Dari hampir seratus persen itu, mayoritasnya adalah penganut mazhab Syi’ah Imamiah. Adapun persentase agama-agama lainnya adalah sebagai berikut: Kristen 0,8%, Yahudi 0,2%, dan Zaratustra 0,1% (Kedutaan Besar Iran; 58).

Tempat Tinggal Bangsa Persia
Mayoritas bangsa Persia berdomisili di Iran. Selain itu, bangsa  Persia juga menjadi minoritas di beberapa negara lainnya, seperti Afganistan, Tajikistan, dan Uzbekistan, bahkan Amerika Serikat, Kuwait, Turki, Uni Emirat Arab, serta beberapa negara lainnya di Timur Tengah. Secara terperinci jumlah bangsa Persia di setiap negara adalah  sebagai berikut: Iran sebanyak 22.986.329 jiwa, Afghanistan 612.192 jiwa, Bahrain 94.460 jiwa, Australia 27.095 jiwa, Austria 11.465 jiwa, dan Azerbaijan 1.160 jiwa.[3]

Keistimewaan Bangsa Persia
Dalam sejarah Islam, bangsa Persia dikenal sebagai bangsa yang berperadaban tinggi dan berjasa mengembangkan ilmu pengetahuan. Karena itu, tidak mengherankan apabila pada masa Kerajaan Safawiyah (1501-1736 M.) tradisi keilmuan ini terus berlanjut.[4] Ada beberapa ilmuwan yang terkenal dan begitu semangat dalam mencari ilmu pengetahuan pada masa kerajaan ini, yaitu Baha al-Din al-Syaerazi, seorang filsuf, dan Muhammad Baqir bin Muhammad Damad, yang selain seorang filsuf, juga ahli sejarah, teologi, dan pernah mengadakan observasi mengenai kehidupan lebah.

Bukti lain bahwa ilmu pengetahuan umum telah berkembang pada Kerajaan Safawiyah (Persia) adalah bidang seni. Kemajuan tampak begitu kentara dalam gaya arsitektur bangunan-bangunannya, seperti terlihat pada Masjid Shah yang dibangun pada tahun 1611 M. dan Masjid Syaikh Luth Allah yang dibangun pada tahun 1603 M. Unsur keistimewaan lain terlihat pula pada kerajinan tangan, keramik, karpet permadani, pakaian, hasil tenun, mode, tembikar, dan benda seni lainnya. Selain dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan lainnya, bidang politik dan militer juga jadi prioritas dari kelebihan Kerajaan Safawi, yang telah memberikan kontribusi besar dalam mengisi peradaban Islam.

Sejarah bangsa Iran dipenuhi oleh pasang surut. Terkadang bangsa yang dikenal dengan nama Persia ini meraih keberhasilan besar dan terkadang didera oleh berbagai kesulitan. Dengan menyimak lembaran sejarah negeri Persia, tampak bahwa kesulitan sebesar apa pun tak pernah berhasil menghancurkan peradaban bangsa ini. Para sejarawan mengatakan, setiap kali ditimpa kemalangan besar, bangsa Iran bangkit kembali dengan membangun peradaban yang baru. Tak heran jika Prof. Arthur Poop, yang dikenal sebagai pakar Iranologi menyatakan bahwa bangsa Iran adalah bangsa yang mampu mempertahankan peradabannya meski ditimpa kesulitan besar. Keistimewaan seperti ini, menurut Profesor Arthur, jarang ditemukan bandingannya pada bangsa-bangsa yang lain[5].

Salah satu kelebihan bangsa Iran adalah mental besarnya untuk terus tegar dan bangkit setelah kehancuran. Setiap bangsa yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan kondisi tempat dan masa, pasti akan tersingkir dan selanjutnya hanya akan menjadi kenangan sejarah. Sebaliknya bangsa yang bisa berjalan seiring dengan situasi dan kondisi, akan terus eksis dan berjaya. Bangsa Iran adalah salah satu bangsa yang memiliki kelebihan ini. Sejarah menceritakan bagaimana bangsa Iran berhubungan dengan bangsa-bangsa lain semisal Arab, Turki, Mongol, dan lainnya serta terus eksis dalam pergaulan itu.

Sejarah mencatat bahwa gerakan kebangkitan ilmu pengetahuan di dunia Islam terjadi dimulai sejak abad kedua Hijriyah, dan lantas menjadi bagian yang tak terpisahkan dari peradaban Islam. Gerakan itu diwarnai dengan maraknya penerjemahan buku-buku ilmiah dari berbagai bahasa asing semisal Pahlevi, Suryani, India, dan lainnya ke dalam bahasa Arab. Kurang dari seratus tahun sejak gerakan kebangkitan ilmu itu terjadi, umat Islam telah mencengangkan bangsa-bangsa lain dengan munculnya ratusan ilmuan besar muslim. Banyak yang bertanya-tanya dari mana kaum muslimin bisa mendahului bangsa-bangsa lain dalam penguasaan ilmu dan sains, dalam kurun waktu yang sangat singkat?

Mengenai pertanyaan tadi, banyak ahli yang berusaha memberikan jawaban. Menurut mereka, salah satu faktor keberhasilan ini adalah peran yang dimainkan oleh bangsa Iran. Misalnya Ibnu Khaldun, Mas’udi dan George Zeydan, tiga sejarawan kenamaan mengakui bahwa sebagian besar ilmuan dunia Islam berasal dari negeri Persia. Peran bangsa Iran dalam membangun dan mengembangkan peradaban dan kebudayaan Islam sangat besar.

Kebudayaan Arab lebih terbentuk pada budaya percakapan. Bangsa Arab tempo dulu tidak banyak memberikan perhatian pada masalah baca tulis, sehingga mereka tidak banyak mengabadikan ilmu dalam bentuk tulisan. Bangsa ini terbiasa menyampaikan ilmu-ilmu berharga mereka secara lisan. Masuknya Islam ke negeri Persia memberikan warna lain pada budaya kaum muslimin. Bangsa Iran terbiasa menulis apa-apa yang mereka ketahui dan mengembangkan setiap cabang ilmu. Sebagai bagian dari kaum muslimin bangsa Iran mempelajari bahasa Arab, dan setelah menguasainya, mereka mengembangkan bahasa ini. Moqaddasi, pakar geografi abad ke-4 menuturkan bahwa dalam perjalanannya ke berbagai negeri Islam dia menyaksikan penduduk Khurasan, kawasan timur laut Iran, yang sangat fasih berbicara dengan bahasa Arab.

Al-Kitab yang merupakan salah satu karya besar dalam bidang sharaf dan nahwu yang bahkan hingga kini menjadi salah satu buku rujukan utama para pakar bahasa Arab, ditulis oleh Sibawaih, yang ternyata berasal dari Iran. Sejak abad-abad pertama hijriyah, banyak kata-kata Persia yang masuk ke dalam bahasa Arab, dan sebaliknya, banyak ungkapan bahasa Arab yang masuk ke dalam bahasa Persia.[6]

Kelebihan bangsa Persia ini bahkan diakui oleh Nabi Muhammad saw. Dalam sebuah kesempatan, beliau mengusapkan kedua tangan beliau di kepala Salman al-Farisi, salah seorang sahabat berkebangsaan Persia, lalu beliau bersabda, Hal ini menunjukkan
لَوْ كَانَ الْإِيمَانُ عِنْدَ الثُّرَيَّا لَنَالَهُ رِجَالٌ مِنْ هَؤُلاَءِ.
“Jika iman ada di atas bintang Tsurayya maka kaum itu (bangsa Persia) pasti akan dapat menggapainya juga.” (HR. Bukhari)[7]

Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan bangsa Persia begitu tingginya sehingga hal-hal yang jauh di luar jangkauan manusia pada umumnya pun dapat digapai. Dalam hadits yang lain juga disebutkan bahwa Salman al-Farisi, sebelum menemukan Islam sebagai agama yang diyakini dan dipeganginya secara erat, telah mengembara hingga bertahun-tahun dalam mencari tuhan.[8]

Kelemahan Bangsa Persia
Setiap bangsa pasti memiliki keistimewaan dan keutamaan yang membuatnya bertahan dan bahkan dapat membuatnya lebih unggul dibanding bangsa-bangsa lainnya. Selain itu, setiap bangsa juga pasti memiliki kelemahan yang jika diabaikan dapat menjadi sumber kehancuran bangsa itu sendiri. Demikian pula bangsa Persia, penulis  mendapatkan beberapa kelemahan dari bangsa ini yang terkadang menjadi sebab perselisihannya dengan bangsa-bangsa lainnya, di antaranya yaitu, sifat fanatik. Bangsa Persia selalu beranggapan bahwa bangsa mereka lebih unggul dibanding bangsa Arab. apalagi sejarah menyatakan bahwa bahasa Persia merupakan bahasa tertua di dunia. Inilah yang menjadi alasan bagi mereka untuk enggan menggunakan bahasa Arab dalam keseharian mereka. Sifat fanatic ini juga lah yang membawa perseteruan panjang antara Islam Sunni dan Syiah. Bangsa Persia yang mayoritas beraliran Syiah ini terlalu fanatic terhadap apa yang diyakininya. Para penguasa yang beraliran Syiah pun menjadikan aliran Islam Syiah ini sebagai agama Negara dan bahkan memaksa para penganut aliran lain seperti Sunni untuk masuk dalam aliran ini.

Selain itu, bangsa ini juga lebih bersifat introvert atau tertutup dan tidak melihat bangsa lain seperti Arab sebagai bangsa yang maju. Pandangan ini juga lah yang menjadi salah satu alasan bangsa Persia tidak mau tunduk pada pemerintahan Arab. sejarah mencatat bahwa Penaklukan Arab atas Persia menghabiskan waktu sekitar satu decade. Pasukan Islam menerima perlawanan yang jauh lebih sengit dari pada orang-orang Suriah.

Penutup
Bangsa Persia saat ini, yang terwakili Iran, memang bukanlah bangsa yang terlihat unggul (baca: adikuasa) dalam percaturan dunia. Namun, sejarah mencatat bahwa bangsa Persia pernah menjadi salah satu bangsa dengan peradaban tingkat tinggi sehingga menjadi bangsa yang disegani. Naik turun peradaban suatu bangsa, tidak hanya Persia, memang dipengaruhi oleh faktor kelebihan dan kelemahan yang dimiliki bangsa tersebut. Dengan mendayagunakan kelebihan yang dimilikinya, Persia pun dapat menorehkan tinta emas sejarah. Hanya saja, pada saat yang lain, kelemahannya terkadang harus membuatnya berjalan di bawah keistimewaan bangsa lain.



Daftar Pustaka
Brigadier, Matthew Arnold. 1951. A History of Persia. London: Oxford Publishing.
Bukhari, Shahih. Maktabah Syamilah Vol II.
Hitti, Philip K. 2010. History of The Arabs. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.
Karim, M. Abdul. 2009. Sejarah Pemikiran Dan Peradaban Islam. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher.
Yatim, Badri. 2006. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Website:
http://wapedia.mobil/id/bangsa-persia, diakses pada tanggal 5 Oktober 2010.

[1] Bangsa Media (Bahasa Kurdi Medya, Mêdî atau Mad, Bahasa Persia مادها, Mādḥā) adalah suku Iran purba yang tingal di kawasan Teheran, Hamedan, Azarbaijan, Provinsi Isfahan Utara, dan Zanjan. Bangsa ini juga dikenal sebagai Media atau Medea oleh orang Yunani. Pada abad ke-6 SM., bangsa Media berhasil meluaskan kekaisaran mereka dari Arran di Azerbaijan hingga ke Asia Tengah dan Afghanistan. Bangsa Media telah dinyatakan sebagai pendiri negara dan kekaisaran Iran/Persia.
[2] Asiria adalah kerajaan yang berpusat di hulu sungai Tigris, Mesopotamia, Irak. Nama kerajaan ini berasal dari ibukotanya, kota Assur (Akkadia: Aššūrāyu; Arab: أشور Aššûr; Ibrani: אַשּׁוּר Aššûr, Aram: ܐܫܘܪ Ašur). Istilah Asiria juga dapat merujuk pada region di mana kerajaan ini berpusat. Pada masa Asiria Tua (abad ke-20 hingga ke-15 SM.), Assur menguasai sebagian besar Mesopotamia Hulu dan sebagian dari Asia Kecil. Pada periode Asiria Pertengahan (abad ke-15 hingga ke-10 SM.), pengaruhnya memudar dan digapai kembali melalui berbagai penaklukan. Asiria pada zaman besi awal (911 – 612 SM.) meluas lebih jauh, dan di bawah kepemimpinan Ashurbanipal (668 – 627 SM.) selama beberapa dekade menguasai seluruh wilayah Bulan Sabit Subur hingga akhirnya kalah dengan perluasan kekuasaan Neo-Babilonia dan Media.
[3] http://wapedia.mobil/id/bangsa-persia, diakses pada tanggal 5 Oktober 2010. Data ini secara terperinci dilansir pada tahun 2005.
[4] Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006.
[5] http://indonesian.irib.ir/index.php?option=com_content&task=view&id=364&Itemid=32, diakses pada tanggal 6 Oktober 2010.
[6] http://indonesian.irib.ir/index.php?option=com_content&task=view&id=364&Itemid=32, diakses pada tanggal 6 Oktober 2010.
[7] Shahih Bukhari, jilid XV hal. 176, Maktabah Syamilah Vol II.
[8] Shahih Bukhari, jilid XII hal. 337, Maktabah Syamilah Vol II.


Ditulis oleh: AGUS HIDAYATULLOH, ECEP ISHAK FARIDUDDIN, FAWAD FADLURRAHMAN, JAYA PUTRA IRAWAN, KHOMISAH, NAJIHATUL MUMTAHANAH, NURUL AMALIYAH, WAHID JUMALI, YULAECHA FITRIYAH

Sabtu, 26 April 2014

Trip Lintas Batas Negara Rute Pontianak - Sambas - Kuching

SAMBASBORNEO - Kalimantan Barat adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di Pulau Kalimantan dan beribukotakan Pontianak. Luas wilayah Provinsi Kalimantan Barat adalah 146.807 km² (7,53% luas Indonesia). Merupakan provinsi terluas keempat setelah Papua, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

Kalimantan Barat berbatasan darat dengan negara bagian Sarawak, Malaysia. Walaupun sebagian kecil wilayah Kalimantan Barat merupakan perairan laut, akan tetapi Kalimantan Barat memiliki puluhan pulau besar dan kecil (sebagian tidak berpenghuni) yang tersebar sepanjang Selat Karimata dan Laut Natuna yang berbatasan dengan wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

Kali ini aku akan berbagi sepotong informasi tentang trip jalan-jalan lintas batas darat negara di Indonesia tepatnya di Kalimantan Barat. Kalimantan secara resmi saat ini memiliki 2 pos lintas batas yang berada di Entikong (Kabupaten Sanggau) dan Aruk (Kabupaten Sambas).

Sekarang aku fokuskan trip via jalur pantura (pantai utara) yakni Pontianak - Singkawang - Sambas - Kuching, tidak banyak orang luar Sambas yang melintas batas via jalur pantura (Aruk). Mungkin belum banyaknya informasi yang ada di internet. 

Kabupaten Sambas adalah salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Barat. Kabupaten Sambas memiliki luas wilayah 6.395,70 km² atau 639.570 ha (4,36% dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Barat), merupakan wilayah Kabupaten yang terletak pada bagian pantai barat paling utara dari wilayah provinsi Kalimantan Barat. Panjang pantai ± 128,5 km dan panjang perbatasan negara ± 97 km.

Pos Lintas Batas Aruk terletak di Kecamatan Sajingan diresmikan pada Desember 2012 silam. Sedangkan Biawak merupakan desa di Sarawak yang berbatasan langsung dengan Aruk.

Pertama-tama anda bisa memilih bus jurusan Pontianak - Sambas, dari yang ber-AC dan non AC dengan harga yang bervariasi. Pasca Kenaikan BBM pada 22 Juni 2013 silam sangat mempengaruhi tarif bis. Tarif bis non AC IDR 40.000 (bis biasa) dan ber-AC IDR 105.000, damri). Lama perjalanan dari Pontianak ke Sambas sekitar 5-6 jam. Disini aku memilih BIS non-AC dengan biaya yang sangat murah dan terjangkau. Perjalanan pun dimulai pada pukul 05.00 Wib.


PENTING, jika anda ingin melanjutkan perjalanan ke luar kota Pontianak pada sore hari dengan mempergunakan bis (selain mempergunakan bis DAMRI) misalnya ke kota Singkawang, Sambas, dan Bengkayang, sebaiknya dilakukan pada pagi hari berikutnya mengingat pada sore hari sangat sulit untuk mendapatkan bis ke jalur pantai utara (Singkawang, Bengkayang, dan Sambas) dan tidak disarankan untuk menunggu di terminal bis guna menghindari calo tiket dan berbagai hal yang kurang nyaman lainnya. Jika berpergian sendiri tentu akan sangat menyulitkan dan ada baiknya bersama teman atau beberapa orang sahabat karena tentu lebih memberikan rasa tenang jika tersesat di jalan. Hindarkan diri anda sesat dan terkatung-katung di jalan.

Kondisi jalan rute  Pontianak - Pemangkat sangat mulus, mulai dari Pemangkat - Tebas jalan sudah mulai berlubang, dan Tebas - Sambas jalan kembali mulus dan lebar. Jadi rute pertama adalah Pontianak - Singkawang - Pemangkat - Tebas - Sambas.

Sesampai di terminal Sambas, jikalau anda berangkat dari Pontianak pagi hari maka sampai di tempat tujuan pada siang hari dan tidak ada salahnya anda menginap semalam di Sambas. Saranku silahkan anda berwisata nuansa sejarah di Istana Kesultanan Sambas sambil menikmati suasana sunset tepat di depan Keraton.


Harga penginapan di Sambas pun bervariasi, dari IDR 40.000 - IDR 250.000. Saya sarankan hotel Wella yang tepat berada di terminal Sambas, kelas ekonomi IDR 80.000 dan di penginapan Sederhana yang berada di deretan ruko depan pasar buah Sambas IDR 40.000. Semua tergantung keputusan anda dan budget anda mau memilih hotel atau penginapan murah meriah. 

Keesokan harinya, pagi hari angkutan umum yang akan membawa anda ke perbatasan negara sudah berderet dengan rapi di terminal Sambas. Jadwal keberangkatannya jam 9 pagi. Tarif angkutan umum mulai dari IDR 60.000 - IDR 150.000. Jarak tempuh dari Sambas ke Aruk sekitar 88 kilometer.

Kedua, anda akan menggunakan sebuah angkutan umum yang sedikit berbeda dengan bus yang anda gunakan sebelumnya. Saranku pakailah pakaian biasa-biasa saja, karena di pertengahan perjalanan anda akan berhadapan dengan debu-debu. Bayangkan dan khayalkan saja jikalau anda berpakaian dengan bagus, alhasil pakaian anda akan bermandi debu.

Pejalanan kedua dengan rute Sambas - Aruk (perbatasan Indonesia) di mulai dari terminal Sambas. Rute yang akan dilalui adalah Kota Sambas – Galing – Sasak – Tanjung – Kaliau – Aruk. Dari terminal Sambas menuju arah Jalan Kartiasa melewati Sungai Sambas Besar terus sampailah ke pasar Galing (Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas). Kondisi jalan dari Kecamatan Galing ke perbatasan Aruk (Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas) mulai dalam tahap perbaikan dan pengerasan. Dikarenakan mulai daerah ini anda akan melewati daerah pegunungan dengan pemandangan alam yang sangat menakjubkan. Jangan lupa di pasar Galing anda mengisi perut, karena di pasar Galing tempat melepas penat sementara. Waktu yang diberikan sang sopir adalah 30 menit, maka gunakanlah dengan baik.
 
Perjalanan dilanjutkan, dari daerah Galing anda akan disuguhkan dengan pemandangan alam yang sangat indah. Pegunungan yang terbentang dengan luas, banyak tempat wisata yang akan anda lewati jikalau sudah memasuki Kecamatan Sajingan Besar mulai dari Kebun Raya Sambas, hutan sawit, Wisata Rohani Goa Santok, Air Terjun Santok, perkampungan suku Dayak, Air Terjun Riam Merasap, dan banyak lainnya.  

Rute perjalanan dari sinilah (daerah Galing hingga daerah Tanjung) yang sangat aku takuti, debu terparah sedang melanda kalau terik matahari. Dari debu berwarna merah karena jalan gunung dan berwarna putih, untung saya membawa masker walau semua tubuh saya bermandikan debu. Sesampai di Desa Sasak (Sajingan Besar) daratan tinggi udah tampak, jalanan naik-turun karena pegunungan hingga perbatasan. Disinilah pemandangan luar biasa akan kita jumpai dan tempat wisata pun telah disuguhkan oleh masyarakat sana.

Tidak jauh dari Desa Sasak, kita akan menjumpai tempat wisata Rohani yaitu Goa Santok dan Air Terjun. Wisata Rohani bagi masyarakat setempat khususnya umat Nasrani. Benar-benar berada di pegunungan sehingga keasrian alam masih sangat terjaga dan pemandangan luar biasa deretan pegunungan yang sangat panjang. Jalanan berliku, curam, naik gunung, turun gunung, sangat dibutuhkan kehati-hatian oleh sang supir. Double “WOW” negri di atas awan, itulah sebutan untuk Kecamatan Sajingan Besar. Karena datarannya semua pegunungan dan kekayaan alam yang berlimpah serta orang utan masih berkeliaran di hutannya.

Lama perjalanan dari Sambas ke perbatasan Aruk sekitar 4-5 jam, tergantung dengan kondisi jalan. Sesampai di perbatasan Aruk, anda akan di sambut ramah tamah oleh penduduk dengan mayoritas suku Dayak Salako dan Dayak Bakati' dan diikuti suku Melayu.


Baiknya anda bermalam di Aruk, karena sore hari anda sampai. Disini tersedia beberapa menyediakan jasa penginapan dengan harga yang murah dan terjangkau. Disini anda bisa menggunakan uang Rupiah dan uang Ringgit. Jangan lupa untuk menukarkan uang rupiah anda untuk bekal ke negara tetangga.

Keesokan harinya, anda jangan lupa siapkan pasport untuk lintas batas dan anda akan diperiksa dengan beberapa pertanyaan dari pihak Malaysia. Jika sudah berhasil melintas tapal batas negeri, silahkan anda istirahat di kedai-kedai terdekat sembari menunggu oplet yang akan menghantarkan anda ke Bandar Lundu.

WELCOME TO SARAWAK - MALAYSIA

aku dan tante amoy di perkebunan buah naga Kpg.Biawak
Di kedai kampung Biawak ada minuman yang aku suka yaitu teh tarik. Minuman yang sangat khas di Negara Malaysia dengan aroma yang sangat enak. Disini anda bisa membayar menggunakan rupiah dan ringgit. Dikampung perbatasan Malaysia, uang rupiah sangat dihargai dan satu yang menarik. Beberapa masyarakat kampung Biawak (Sarawak) menggunakan provider Telkomsel. Jadi daerah ini sinyal Telkomsel sangat kencang. :)

Perjalan Rute ketiga yakni Kampung Biawak - Bandar Lundu, jaraknya tidak begitu jauh dan Sarawak yang merupakan salah satu negara bagian di Malaysia Timur. Kondisi geografis Sarawak yang masih banyak berupa gunung, hutan dan sungai menjadikan kawasan ini sangat tepat untuk dijadikan lokasi menangkan diri atau mencecap petualangan hebat. 


 
teh tarik
Sesampai di terminal Bandar Lundu, saya sarankan anda beli tiket jurusan Lundu - Kuching menggunakan The Sarawak Transport Company’. Jikalau masih ada waktu, silahkan anda keliling-keliling bandar Lundu. Sebuah bandar/kota kecil yang sangat indah dan rapi dan mempunyai jumlah penduduk sebanyak 30,390 orang yang terdiri daripada suku Dayak  Bidayuh (Jagoi, Selako, dan Lara), Cina, Melayu, Iban dan lain-lain.

Kuching ke Lundu Lundu ke Kuching
8:00 a.m. 8:00 a.m.
11:00 a.m. 11:00 a.m.
2:00 p.m. 2:00 p.m.
4:00 p.m. 4:00 p.m.
 (*waktu setempat)


Lundu memiliki setidaknya 91 buah kampung yang jarak antara satu kampung dengan lainnya saling berdekatan. Misalnya saja, Kampung Stunggang Melayu yang terdapat disekitar Sungai Batang Kayan berdekatan jaraknya dengan perkampungan lainnya yakni Kampung Semunin dan Kampung Dagang. 


Hubungan dikalangan internal penduduknya terjalin dengan sangat baik dan senantiasa berupaya untuk menjaga harmoni dan rasa kegotongroyongan yang besar. Kerjasama dan nilai kekeluargaannya terasa sangat jelas dipertahankan sebisa mungkin dan sekuat-kuatnya. Anda akan menyaksikan semuanya itu ketika berkunjung ke Distrik Lundu ini!

Jarak tempuh  dari Bandar Lundu ke Bandar Kuching sekitar 100 kilometer dengan lama perjalanan sekitar 1 jam 30 menit, tarifnya adalah RM. 10.00. Selama anda masih di Lundu sebaiknya anda mengunjungi Rumah Panjang (Longhouse) yang masih dipertahankan hingga saat ini. Rumah Panjang ini biasanya ditempati oleh suku Iban.

 
Kota Kuching - Sarawak
*Rincian biaya versi Sambas Borneo Edisi April 2014 (paket Hemat) : 
  1. Bis Non AC                           (Pontianak - Sambas)          IDR    40.000
  2. Angkutan Umum                   (Sambas - Aruk)                  IDR   60.000
  3. Oplet                                       ( Kpg. Biawak - Lundu)     RM   2.00
  4. Bus Umum AC                       (Lundu - Kuching)             RM  10.00
  5. Penginapan Kelas Ekonomi   (Hotel Wella 2 Sambas)       IDR    80.000    (*tidak wajib)
  6. Penginapan Murah                 (perbatasan Aruk)               IDR    50.000    (*tidak wajib)
 (*tarif sewaktu-waktu bisa berubah)